Buku berjudul "Broken Strings" oleh Aurelie Moeremans ini adalah sebuah memoar tentang manipulasi dan bertahan hidup. Buku ini menceritakan kisah nyata mengenai manipulasi emosional, pemaksaan, perundungan, pelecehan seksual, dan kekerasan psikologis yang dialami penulis.
Penulis menegaskan bahwa tidak semua kisah dimulai dengan "pada suatu waktu," dan beberapa kejadian dimulai saat tidak ada yang melihat. Buku ini berisi kisah seorang gadis yang terlalu muda untuk memahami apa yang terjadi padanya dan terlalu takut untuk membicarakannya. Ini adalah kisah yang dipoles, namun merupakan versi sebenarnya, bukan versi yang diinginkan orang lain untuk diceritakan.
Memoar ini ditulis berdasarkan ingatan pribadi penulis, dengan beberapa nama, tempat, dan detail identitas yang diubah atau dihapus demi menjaga privasi. Kisah-kisah yang diceritakan menggambarkan pengalaman dan kenangan penulis secara jujur, sesuai dengan yang diingatnya.
Buku ini juga menyertakan "Peringatan Isi (Trigger Warning)" di bagian Pengantar, mengingatkan pembaca bahwa beberapa bagian mungkin terasa berat atau memicu kenangan bagi penyintas dan pembaca yang sensitif. Pembaca dianjurkan untuk membaca sesuai ritme yang nyaman dan berhenti sejenak bila perlu.
Tujuan buku ini bukan untuk membuka luka lama, melainkan untuk memecah kesunyian. Penulis berharap buku ini dapat menjadi pengingat bagi mereka yang merasakan sakit bahwa mereka terlihat dan tidak sendirian.
Daftar isi buku mencakup berbagai bab yang menguraikan perjalanan tersebut, mulai dari "Prolog" hingga "Senar Terakhir" dan "Bonus Chapter," yang mengindikasikan perjalanan panjang dan kompleks dalam menghadapi pengalaman hidup yang sulit.
Kesimpulan: "Broken Strings" adalah memoar yang mendalam dan berani, menyoroti perjuangan penulis dalam menghadapi berbagai bentuk kekerasan dan manipulasi. Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai catatan pribadi tentang ketahanan, tetapi juga sebagai sumber dukungan dan pengingat bagi mereka yang telah mengalami hal serupa bahwa mereka tidak sendirian dan suara mereka penting untuk didengar.

Komentar
Report this page